MAKALAH TENTANG ANGINA PECTORIS PDF

Atau mungkin anda malah belum tahu penyakit apakah ini? Angina pektoris sering biasa disebut angin duduk merupakan salah satu penyakit yang bisa dikatakan berbahaya, sebab bisa menyebabkan kematian mendadak. Oleh karena itu kita perlu tahu penjelasan tentang penyakit ini. Google Image: Pengertian Definisi Penyebab dan Gejala Penyakit Angina Pectoris Serta Penanganannya dalam Dunia Kedokteran Definisi Angina Pectoris Angina pektoris merupakan suatu keadaan klinik yang biasanya ditandai dengan rasa yang tidak enak ataupun nyeri di dada yang diakibatkan oleh iskemia pada jaringan otot organ jantung.

Author:Tazahn Fenrishicage
Country:Romania
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):22 May 2016
Pages:41
PDF File Size:10.20 Mb
ePub File Size:11.59 Mb
ISBN:132-2-64379-284-9
Downloads:18980
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kikus



Latar belakang Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis dimana terjadi sakit dada yang khas, yaitu seperti tertekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu melakukan aktivitas dan segera menghilang bila pasien beristirahat. Oleh karena itu sebagai calon seorang perawat professional diharapkan mampu mengerti serta melaksanakan asuhan keperawatan yang tepat pada pasien dengan berdasarkan etiologi atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Sesuai dengan konsep yang sudah ada yakni pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menunjukkan pula bahwa penderita yang simtomatis prognosisnya lebih buruk dari yang tanpa simtom.

Data saat ini menunjukkan bahwa bila penderita asimtomatis atau dengan simtom ringan, kematian tahunan pada penderita dengan lesi pada satu dan dua pembuluh darah koroner adalah 1. Sumber : Asikin Hanafiah Penanganan individu penderita angin pektoris disesuaikan dengan tujuan akhir terapi dan gejala. Terapi ini digunakan pada kasus angina yang tidak sembuh dengan pengobatan medikamentosa. Tujuan penulisan 1.

Tujuan umum Dengan adanya makalah ini dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan mengetahui materi tentang angina pectoris dan asuhan keperawatannya. Tujuan khusus a. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang pengertian angina pectoris. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang etiologi angina pectoris. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang manifestasi klinis angina pectoris. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang anatomi fisiologi jantung e.

Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang klasifikasi angina pectoris f. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang patofisiologi angina pectoris. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang komplikasi angina pectoris. Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui materi tentang asuhan keperawatan pada angina pectoris. Manfaat penulisan 1. Bagi Institusi Pendidikan Dengan adanya makalah ini dapat menambah referensi materi tentang angina pectoris dan dapat membantu dalam proses perkuliahan.

Bagi Mahasiswa Dengan adanya makalah ini dapat membantu mahasiswa dalam memahami, mengetahui dan menambah wawasan tentang angina pectoris. Pengertian Angina Pectoris Angina Pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan di dada depan. Angina pektoris adalah suatu syndrome klinis yang ditandai dengan episode atau perasaan tertekan di depan dada akibat kurangnya aliran darah koroner, menyebabkan suplai oksigen ke jantung tidak adekuat atau dengan kata lain, suplai kebutuhan oksigen jantung meningkat.

Smeltzer dan Bare, : B. Klasifikasi 1. Angina Pektoris Stabil Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen miokard. Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas dan durasi nyeri 3 — 15 menit. Angina stabil dibedakan menjadi 3 yaitu : a. Angina nocturnal Nyeri terjadi malam hari, biasanya pada saat tidur tetapi ini dapat di kurangi dengan duduk tegak.

Angina dekubitus Angina yang terjadi saat berbaring. Iskemia tersamar Terdapat bukti objektif iskemia seperti tes pada stress tetapi pasien tidak menunjukan gejala. Angina Pektoris Tidak Stabil Durasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil. Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.

Kurang responsif terhadap nitrat dan lebih sering ditemukan depresi segmen ST. Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi. Angina Prinzmental Angina Varian.

Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari. Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik. EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akutdan dapat terjadi aritmia. Etiologi Etiologi dari penyakit gangguangan sistem kardiovaskuler berhubungan dengan gangguan sirkulasi koroner ataupun angina pektoris ini adalah ; 1.

Ateriosklerosis,merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. Spasme arteri koroner 3. Anemia berat,Artritis dan Aorta Insufisiensi Unstable angina pektoris adalah suatu sindroma klinik yang berbahaya, yang di mana merupakan pola angina pektoris yang bisa berkembang menjadi infak miokard akut IMA. Unstable angina pektoris biasanya di sebabkan oleh ruptur plak ateroma yang di sebabkan oleh trombosit dan faktor koagulasi sehingga terbentuk trombus intralumial yang semioklusi.

Manifestasi klinis Gejalanya adalah sakit dada sentral atau restrosentral yang dapat menyebar kesalah satu atau kedua tangan, leher atau punggung. Sakit sering timbul pada kegiatan fisik maupun emosi atau dapat timbul spontan waktu istirahat. Penderita dengan angina pektoris dapat dibagi dalam beberapa subset klinik. Penderita dengan angina pektoris stabil, pola sakit dadanya dapat dicetuskan kembali oleh kegiatan dan oleh faktor — faktor pencetus tertentu, dalam 30 hari terakhir tidak ada perubahan dalam hal frekwensi, lama dan faktor — faktor pencetusnya sakit dada tidak lebih lama dari 15 menit.

Pada angina pektoris tidak stabil, umumnya terjadi perubahan — perubahan pola : meningkatnya frekwensi, parahnya dan atau lama sakitnya dan faktor pencetusnya. Sering termasuk di sini sakit waktu istirahat, pendeknya terjadicrescendo ke arah perburukan gejala — gejalanya. Subset ketiga adalahangina Prinzmetal variant yang terjadi karena spasme arteri koronaria.

Faktor pencetus yang paling banyak menyebabkan angina adalah kegiatan fisik, emosi yang berlebihan dan kadang — kadang sesudah makan. Semua keadaan ini meningkatkan kebutuhan oksigen miokard dengan mengingkatkan baik denyut nadi maupun tekanan darah sistemik.

Hasil perkalian kedua parameter ini merupakan indeks dari kebutuhan oksigen miokard. Ini adalah akibat dari tidak adanya keseimbangan antara kebutuhan oksigen miokard dan kemampuan pembuluh darah koroner menyediakan oksigen secukupnya untuk kontraksi miokard. Telah diketahui bahwa sel endotel pembuluh darah mampu melepaskan endothelial derived relaxing factor FDRF yang menyebabkan relaksasi pembuluh darah, dan endothelial derived constricting factor EDCF yang menyebabkan kontraksi pembuluh darah.

Pada keadaan normal, penglepasan EDRF terutama diatur oleh asetilkolin melalui perangsangan reseptor muskarinik yang mungkin terletak di sel endotel. Berbagai substansi lain seperti trombin, Adenosin Difosfat ADP , adrenalin, serotonin, vasopresin, histamin dan noradrenalin juga mampu merangsang penglepasan EDRF, selain memiliki efek tersendiri terhadap pembuluh darah. Hipoksia akibat aterosklerosis pembuluh darah juga merangsang penglepasan EDCF.

Berhubung karena sebagian besar penderita AP juga menderita aterosklerosis di pembuluh darah koroner, maka produksi EDRF menjadi berkurang sebaliknya produksi EDFC bertambah sehingga terjadi peningkatan tonus A.

Adenosin sebenarnya memiliki efek kardioprotektif karena substansi ini menghambat penglepasan enzim proteolitik, menghambat interaksi endotel dan neutrofil, menghambat agregasi platelet dan menghambat interaksi penglepasan tromboksan. Akan tetapi, Crea, dkk telah membuktikan nyeri dada angina adalah disebabkan karena adenosin.

Nyeri dada AP terutama disalurkan melalui aferen saraf simpatis jantung. Saraf ini bergabung dengan saraf somatik cervico — thoracalis pada jalurascending di dalam medulla spinalis, sehingga keluhan angina pektoris yang khas adalah nyeri dada bagian kiri atau substernal yang menjalar ke bahu kiri terus ke kelingking tangan kiri.

Komplikasi 1. Aritmia supraventrikular Takikardia sinus merupakan aritmia yang paling umum dari tipe ini. Jika hal ini terjadi sekunder akibat sebab lain, masalah primer sebaiknya diobati pertama.

Namun, jika takikardi sinus tampaknya disebabkan oleh stimulasi simpatik berlebihan, seperti yang terlihat sebagai bagian dari status hiperdinamik, pengobatan dengan penghambat beta yang relatif kerja singkat seperti propanolol yang sebaiknya dipertimbangkan. Gagal jantung Beberapa derajat kelainan sesaat fungsi ventrikel kiri terjadi pada lebih dari separuh pasien dengan infark miokard. Tanda klinis yang paling umum adalah ronki paru dan irama derap S3 dan S4. Kongesti paru juga sering terlibat pada foto thoraks dada.

Sistole prematur ventrikel Depolarisasi prematur yang jarang dan sporadik terjadi pada hampir semua pasien dengan infark dan tidak memerlukan terapi. Sementara dulu, ekstrasistole ventrikel distolik yang sering, multifokal atau dini secara rutin diobati, terapi farmakologik sekarang disediakan untuk pasien dengan aritmia ventrikel yang lama atau simptomatik. Terapi antiaritmia profilaktik dengan tiadanya takiaritmia ventrikel yang penting secara klinis, dikontra indikasikan karena terapi seperti itu dapat dengan jelas meningkatkan mortalitas selanjutnya.

Sklerotik Arteri Koroner Sebagian besar penderita ATS mempunyai gangguan cadangan aliran koroner yang menetap dan di akibatkan oleh plak sklerotik yang lama atau tampa di sertai trombosis baru yang dapat memperberat penyempitan pembulu darah koroner. Agregasi Trombosit Stenosis arteri koroner akan menimbulkan turbulensi dan stasis aliran darah sehingga mengakibatkan peningkatan agregasi trombosit yang akhirnya membentuk trombus dan keadaan ini akan mempermudah terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah.

Pemeriksaan diagnostic 1. Elektrokardiogram Gambaran elektrokardiogram EKG yang dibuat pada waktu istirahat dan bukan pada waktu serangan angina seringkali masih normal. Gambaran EKG kadang — kadang menunjukkan bahwa pasien pernah mendapat infark miokard di masa lampau. Kadang — kadang EKG menunjukkan pembesaran ventrikel kiri pada pasien hipertensi dan angina.

Foto Rontgen Dada Foto rontgen dada seringkali menunjukkan bentuk jantung yang normal, tetapi pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung yang membesar dan kadang — kadang tampak adanya klasifikasi arkus aorta. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris.

Enzim tersebut akan meninggi pada infark jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal. Uji Latihan Jasmani Karena pada angina pektoris gambaran EKG seringkali masih normal, maka seringkali perlu dibuat suatu uji latihan jasmani.

Pada uji tersebut dibuat EKG pada waktu istirahat lalu pasien disuruh melakukan latihan dengan alattreadmill, atau sepeda ergometer sampai pasien mencapai kecepatan jantung maksimal atau submaksimal, dan selama latihan EKG dimonitor demikian pula setelah selesai EKG terus dimonitor.

Tes dianggap positif bila didapatkan depresi segmen ST sebesar 1 mm atau lebih pada waktu latihan atau sesudahnya. Lebih — lebih bila di samping depresi segmen ST juga timbul rasa sakit dada seperti pada waktu serangan, maka kemungkinan besar pasien memang menderita angina pektoris. Di tempat yang tidak mempunyai treadmill, test latihan jasmani dapat dilakukan dengan cara Master, yaitu latihan dengan naik turun tangga dan dilakukan pemeriksaan EKG sebelum dan sesudah melakukan latihan tersebut.

Penyadapan Jantung Penyadapan jantung untuk membuat arteriografi koroner merupakan salah satu pemeriksaan yang paling penting, baik untuk diagnosis penyakit jantung koroner maupun untuk merencanakan penatalaksanaan selanjutnya. Pada pasien angina pektoris dapat dilakukan pemeriksaan arteriografi koroner secara selektif, baik untuk tujuan diagnostik untuk konfirmasi adanya penyempitan pembuluh koroner, maupun untuk merencanakan langkah selanjutnya pada pasien angina.

Diagnosa dan Diagnosa Banding Sakit di dada dapat berasal dari berbagai struktur, termasuk di sini jantung, jaringan ikat sekelilingnya seperti perikardium, paru — paru dan pleura.

Begitu pula kelainan pembuluh darah besar, mediatinum, esophagus dan alat tubuh di bawah diafragma seperti perut dan kantung empedu.

Kelainan meuromuskular dan muskuloskeletal di daerah tersebut juga dapat memberikan keluhan yang sama. Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan medis angina adalah untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan untuk meningkatkan suplai oksigen.

Secara medis tujuan ini dicapai melalui terapi farmakologi dan kontrol terhadap faktor risiko. Farmakologi a. Golongan nitrat Nitrogliserin merupakan obat pilihan utama pada serangan angina akut, mekanisme venanya sebagai dilatasi vena perifer dan pembuluh darah koroner, eveknya langsung terhadap relaksasi otot polos vaskular.

ELME GYILKOSAI PDF

Asuhan keperawatan angina pectoris

Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan medis angina adalah untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan untuk meningkatkan suplai oksigen. Secara medis tujuan ini dicapai melalui terapi farmakologi dan kontrol terhadap faktor risiko. Biasanya diterapkan kombinasi antara terapi medis dan pembedahan. Seperti yang akan didiskusikan kemudian, terdapat beberapa pendekatan yang akhir-akhir ini sering digunakan untuk revaskularisasi jantung.

AUTOSKETCH SKD TO PDF

Kenali Angina Pektoris dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Myocardial perfusion scentgraphy MPS Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa aliran darah menuju otot jantung pada saat melakukan olahraga dan saat beristirahat, dengan menyuntikkan zat radioaktif pada pembuluh darah dan dipantau menggunakan alat pemindaian khusus. Angina sering diterapi dengan obat, paling sering dengan nitrogliserin. Obat ini mengurangi gejala angina dengan meningkatkan diameter pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung. Dapat diminum dengan menempatkan tablet dibawah lidah atau transdermal dengan menempatkan sebuah patch obat langsung pada kulit. Selain itu, beta blockers atau calcium channel blockers mungkin diresepkan juga untuk menurunkan kebutuhan jantung terhadap oksigen dengan cara mengurangi laju dan beban kerja jantung. Terapi Bedah Bila pengobatan konservatif tidak efektif dalam pengurangan nyeri angina dan resiko serangan jantung tetap tinggi, dokter mungkin merekomendasikan angioplasti atau operasi. Operasi bypass arteri koroner adalah suatu operasi di mana pembuluh darah biasanya vena panjang pada kaki dicangkokkan ke arteri yang tersumbat untuk melewati bagian yang tersumbat.

Related Articles