INTOKSIKASI ORGANOFOSFAT PDF

Pada umumnya, ini agak sulit menentukan apakah seseorang memang benar terpapar atau terkena racun organofosfat karena mirip dengan gejala keracunan carbamate. Pemeriksaan fisik. Dokter biasanya akan memeriksa fisik penderita gejala untuk bisa menegakkan diagnosis serta mampu mengambil kesimpulan apakah keracunan carbamate atau organofosfat. Tujuan dari metode diagnosa ini adalah untuk bisa mengetahui adanya kemungkinan kontak dengan insektisida. Mulai dari pekerjaan, pemakaian insektisida, hingga juga potensi pencemaran dan kecelakaan insektisida merupakan anamnesis yang cermat.

Author:Zulkilkis Tygomuro
Country:Montenegro
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):26 August 2004
Pages:99
PDF File Size:18.1 Mb
ePub File Size:6.8 Mb
ISBN:479-1-16325-189-5
Downloads:9143
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tygot



Posted on 7 June by moslempharmacy A. Pendahuluan Organofosfat adalah nama umum ester dari asam fosfat. Pada tahun an organofosfat digunakan sebagai insektisida, namun pihak militer Jerman mengembangkan senyawa ini sebagai neurotoksin selama perang dunia kedua. Organofosfat dapat digolongkan menjadi beberapa golongan antara lain, fosfat, fosforothioat, fosforamidat, fosfonat, dan sebagainya.

Biasanya, sekitar Anak-anak yang terpapar senyawa ini sepertinya lebih besar di negara berkembang karena anak-anak banyak yang bekerja di ladang pertanian atau disewa sebagai buruh pertanian. Penggunaan organofosfat sebagai agen bunuh diri ternyata di negara berkembang lebih besar. Bunuh diri dan keracunan organofosfat menyebabkan Penelitian tentang keracunan pestisida selama satu tahun di tujuh rumah sakit di Jawa melaporkan kasus, kasus terjadi pada pria dan 26 kasus terjadi pada wanita.

Keracunan tersebut paling banyak disebabkan oleh pestisida golongan organofosfat. Mekanisme Aksi Organofosfat mempunyai aksi sebagai inhibitor enzim kholinesterase. Kholinesterase adalah enzim yang berfungsi agar asetilkholin terhidrolisis menjadi asetat dan kholin.

Organofosfat mampu berikatan dengan sisi aktif dari enzim ini sehingga kerja enzim ini terhambat. Akibatnya jumlah asetilkholin dalam sipnasis meningkat sehingga menimbulkan stimulasi reseptor possinap yang persisten. Asetilkholin terdapat di seluruh sistem saraf, terutama sekali asetilkholin berperan penting pada sistem saraf autonom.

Senyawa ini berperan sebagai neurotransmiter pada ganglia sistem saraf simpatik dan parasimpatik, yang mana senyawa ini berikatan dengan reseptor nikotinik.

Inhibisi kholinesterase pada ganglia sistem saraf simpatik dapat menimbulkan midriasis, takikardi, dan hipertensi. Sedangkan, penghambatan kholinesterase pada ganglia sistem saraf parasimpatik menimbulkan efek miosis, bradikardi, dan salivasi. Asetilkholin juga merupakan neurotransmitter posganglionik pada saraf parasimpatik yang secara langsung mempengaruhi jantung, bermacam-macam kelenjar, otot polos bronchial.

Tidak seperti reseptor pada ganglia, reseptor pada organ ini adalah reseptor muskarinink. Biotransformasi Bioaktivasi senyawa ini terdiri dari desulfurisasi oksidasi yang sebagian besar terjadi di hati tetapi tidak secara eksklusif. Metabolisme dilakukan oleh enzim Sitokrom P yang mendorong terbentuknya oxon atau oksigen yang analog dengan induk pestisida. Berbagai macam enzim Sitokrom P terlibat dalam aktivasi organofosforotioat menjadi oxon-oxonnya dengan spesifitas substrat yang berbeda.

Aktivasi organofosfat tidak hanya melalui desulfurisasi oksidasi tetapi reaksi lain juga dapat mengaktivasi senyawa ini. Sebagai contoh, pada kasus organofosfat disulfoton, sulfoksida dan sulfon lebih poten sebagai inhibitor kolinesterase dibandung senyawa induknya.

Pada biotransformasi pestisida senyawa diubah menjadi metabolit yang lebih poten. Hal tersebut berbeda dengan metabolisme senyawa lain yang bertujuan untuk deaktivasi atau mengubah senyawa menjadi tidak toksik.

Penatalaksanaan Keracunan Untuk mengatasi keracunan karena toksikan, tindakan yang perlu dilakukan adalah stabilisasi pasien, dekontaminasi, dan pemberian antidotum. Stabilisasi Pasien Pemeriksaan saluran nafas, pernafasan, dan sirkulasi merupakan evaluasi primer yang harus dilakukan serta diikuti evaluasi terhadap tanda dan symptom toksisitas kolinergik yang dialami pasien.

Dukungan terhadap saluran pernafasan dan intubasi endotrakeal harus dipertimbangkan bagi pasien yang mengalami perubahan status mental dan kelemahan neuromuskular sejak antidotum tidak memberikan efek. Pasien harus menerima pengobatan secara intravena dan monitoring jantung.

Hipotensi yang terjadi harus diberikan normal salin secara intravena dan oksigen harus diberikan untuk mengatasi hipoksia. Terapi suportif ini harus diberikan secara paralel dengan pemberian antidotum. Dekontaminasi Dekontaminasi harus segera dilakukan pada pasien yang mengalami keracunan.

Baju pasien harus segera dilepas dan badan pasien harrus segera dibersihkan dengan sabun. Proses pembersihan ini harus dilakukan pada ruangan yang mempunyai ventilasi yang baik untuk menghindari kontaminasi skunder dari udara. Pelepasan pakaian dan dekontaminasi dermal mampu mengurangi toksikan yang terpapar secara inhalasi atau dermal, namun tidak bisa digunakan untuk dekontaminasi toksikan yang masuk dalam saluran pencernaan.

Dekontaminasi pada saluran cerna harus dilakukan setelah kondisi pasien stabil. Dekontaminasi saluran cerna dapat melalui pengosongan orogastrik atau nasogastrik, jika toksikan diharapkan masih berada di lambung. Pengosongan lambung kurang efektif jika organofosfat dalam bentuk cairan karena absorbsinya yang cepat dan bagi pasien yang mengalami muntah.

Arang aktif harus diberikan setelah pasien mengalami pengosongan lambung. Salah satu yang sering digunakan adalah Atropin karena memiliki riwayat penggunaan paling luas.

Atropin melawan tiga efek yang ditimbulkan karena keracunan organofosfat pada reseptor muskarinik, yaitu bradikardi, bronkospasme, dan bronkorea.

Pada orang dewasa, dosis awalnya mg yang digandakan setiap menit sampai teratropinisasi. Untuk anak-anak dosis awalnya 0,02mg yang digandakan setiap menit sampai teratropinisasi. Tidak ada kontraindikasi penanganan keracunan organofosfat dengan Atropin. Terapi ini diperlukan karena Atropine tidak berpengaruh pada efek nikotinik yang ditimbulkan oleh organofosfat. Oxime dapat mereaktivasi enzim kholinesterase dengan membuang fosforil organofosfat dari sisi aktif enzim.

Pralidoxime adalah satu-satunya oxime yang tersedia. Efek samping yang dapat ditimbulkan karena pemakaian Pralidoxime meliputi dizziness, pandangan kabur, pusing, drowsiness, nausea, takikardi, peningkatan tekanan darah, hiperventilasi, penurunan fungsi renal, dan nyeri pada tempat injeksi. Kesimpulan Organofosfat dapat menimbulkan keracunan karena dapat menghambat enzim kholinesterase.

Manajemen terapinya meliputi stabilisasi pasien, dekontaminasi, dan pemberian antidotum. Antidotum yang digunakan adalah Atropin dan Pralidoxime.

Referensi Anonim. Katz, K. Toxicity Organophosphate. Klaassen, C. New York : McGraw Hill. Klein, G. New York : King Pharmaceuticals, Inc.

Share this:.

ARTEP 7-90 PDF

Keracunan Organofosfat – Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Posted on 7 June by moslempharmacy A. Pendahuluan Organofosfat adalah nama umum ester dari asam fosfat. Pada tahun an organofosfat digunakan sebagai insektisida, namun pihak militer Jerman mengembangkan senyawa ini sebagai neurotoksin selama perang dunia kedua. Organofosfat dapat digolongkan menjadi beberapa golongan antara lain, fosfat, fosforothioat, fosforamidat, fosfonat, dan sebagainya. Biasanya, sekitar

BGV D13 PDF

Keracunan Organofosfat

Pengobatan digoksin dalam jangka panjang atau dosis besar seyogyanya mulai mempertimbangkan profil genetika pasien. Intoksikasi digitalis Download Report. Intoksikasi Kokain Dan Amfetamin Documents. Intoksikasi digitalis Gen tersebut mengandung 28 exon yang mengkode protein dari asam amino. Metode yang digunakan dalam review ini adalah penelusuran data berbasis pubmed, medline, dan embase dengan kata kunci MDR, digoxin. She can to sleep without pillow and not complaiened about shortness of breath. Intoksikasi Co — Copy Documents.

FLECK 3900 VALVE PDF

Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

.

LOGIKAI EGYPERCESEK PDF

INTOKSIKASI DIGITALIS PDF

.

Related Articles