ASKEP KRANIOTOMI PDF

Manifestasi klinik lokal akibat kompresi tumor pada bagian yang spesifik dari otak 1. Perubahan bicara, msalnya: aphasia 3. Perubahan sensorik, misalnya: hilangnya sensasi nyeri, halusinasi sensorik. Perubahan motorik, misalnya: ataksia, jatuh, kelemahan, dan paralisis. Perubahan bowel atau bladder, misalnya: inkontinensia, retensia urin, dan konstipasi.

Author:Zulut Nikojinn
Country:Eritrea
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):7 August 2010
Pages:270
PDF File Size:7.15 Mb
ePub File Size:9.89 Mb
ISBN:824-6-78215-165-5
Downloads:73341
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikaran



Definisi Kraniotomi adalah mencakup pembukaan tengkorak melalui pembedahan untuk meningkatkan akses pada struktur intrakranial. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan tumor, mengurangi TIK, mengevakuasi bekuan darah dan mengontrol hemoragi. Brunner and Suddarth. Anatomi dan Fisiologi Otak dibagi menjadi tiga bagian besar: serebrum, batang otak, dan serebelum.

Semua berada dalam satu bagian struktur tulang yang disebut sebagai tengkorak, yang juga melindungi otak dari cedera. Empat tulang yang berhubungan membentuk tulang tengkorak; tulang frontal, parietal, temporal dan oksipital. Serebrum Serebrum terdiri dari dua hemisfer dan empat lobus. Keempat lobus tersebut adalah: a. Lobus frontal merupakan lobus terbesar, terletak pada fosa anterior.

Fungsinya untuk mengontrol prilaku individu, membuat keputusan, kepribadian dan menahan diri. Lobus parietal: lobus sensasi. Fungsinya: Menginterpretasikan sensasi. Mengatur individu mampu mengetahui posisi dan letak bagian tubuhnya.

Lobus temporal Fungsinya: mengintegrasikan sensasi kecap, bau dan pendengaran. Ingatan jangka pendek sangat berpengaruh dengan daerah ini. Lobus oksipital: terletak pada lobus posterior hemisfer serebri. Fungsinya: bertanggung jawab menginterpretasikan penglihatan. Batang otak Batang terletak pada fosa anterior. Bagian-bagian batang otak ini terdiri dari otak tengah, pons, dan medula oblongata, otak tengah midbrasia menghubungkan pons dan sereblum dengan hemisfer cerebrum, bagian ini berisi jalus sensorik dan motorik dan sebagai pusat refleks pendengaran dan penglihatan.

Serebelum Terletak pada fosa posterior dan terpisah dari hemisfer cerebral, lipatan dura meter tentorium serebelum. Serebelum mempunyai dua aksi yaitu merangsang dan menghambat dan tanggung jawab yang luas terhadap koordinasi dan gerakan halus. Ditambah mengontrol gerakan yang benar, keseimbangan, posisi dan mengintegrasikan input sensorik.

Etiologi Penyebab cedera kepala ada 2, yaitu: 1. Bersifat terbuka: menembus melalui dura meter peluru, pisau 2. Bersifat tertutup: trauma tumpul, tanpa penetrasi menembus dura kecelakaan lalu lintas, jatuh, cedera olahraga.

Patofisiologi Trauma kepala trauma eraniocerebral dapat terjadi karena cedera kulit kepala, tulang kepala, jaringan otak, baik terpisah maupun seluruhnya. Beberapa variabel yang mempengaruhi luasnya cedera kepala adalah sebagai berikut:. Lokasi dan arah dari penyebab benturan. Kecepatan kekuatan yang datang 3. Permukaan dari kekuatan yang menimpa 4. Kondisi kepala ketika mendapat penyebab benturan Cedera bervariasi dari luka kulit yang sederhana sampai geger otak.

Luka terbuka dari tengkorak ditandai kerusakan otak. Luasnya luka bukan merupakan indikasi berat ringannya gangguan. Pengaruh umum cedera kepala dari tingkat ringan sampai tingkat berat adalah edema otak, defisit sensori dan motorik, peningkatan intra kranial.

Kerusakan selanjutnya timbul herniasi otak, isoheni otak dan hipoxia. Cedera pada otak bisa berasal dari trauma langsung atau tidak langsung pada kepala. Trauma tidak langsung disebabkan karena tingginya tahanan atau keluaran yang merobek terkena pada kepala akibat menarik leher. Trauma langsung bila kepala langsung terluka. Semua ini berakibat terjadinya akselerasi-deselerasi dan pembentukan rongga dilepasnya gas, dari cairan lumbal, darah, dan jaringan otak.

Trauma langsung juga menyebabkan rotasi tengkorak dan isinya, rusaknya otak oleh kompresi, goresan atau tekanan. Cedera akselerasi terjadi bila kepala kena benturan dari objek yang bergerak dari objek yang bergerak dan menimbulkan gerakan. Akibat dari kekuatan akselerasi, kikiran atau kontusi pada lobus oksipital dan frontal, batang, otak dan cerebelum dapat terjadi. Perdarahan akibat trauma cranio cerebral dapat terjadi pada lokasi-lokasi tersebut: kulit kepala, epidural, subdural, intracerebral, intraventricular.

Hematom subdural dapat diklasifikasi sebagai berikut: 1. Akut: terjadi dalam 24 jam sampai 48 jam. Subakut: terjadi dalam 48 jam sampai 2 minggu. Kronis: terjadi setelah beberapa minggu atau bulan dari terjadinya cedera. Perdarahan intracerebral biasanya timbul pada daerah frontal atau temporal. Kebanyakan kematian cedera kepala akibat edema yang disebabkan oleh kerusakan dan disertai destruksi primer pusat vital. Edema otak merupakan penyebab utama peningkatan TIC. Klasifikasi cedera kepala: 1.

Contusio cerebri Termasuk didalamnya adalah luka memar, perdarahan dan edema. Dapat terlihat pada lobus frontal jika dilakukan lumbal pungkri maka lumbal berdarah. Manifestasi Klinik 1. Gangguan penglihatan dan berbicara. Mual dan muntah. Keluar cairan cerebro spinal dari lubang hidung dan telinga.

Terjadi peningkatan intrakranial. Pemeriksan Penunjang 1. Angiopati Serebral Tujuan: menunjukkan kelainan sirkulasi cerebral, seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan, trauma. Komplikasi 1. Edema cerebral 2. Perdarahan epidural Yaitu: penimbunan darah di bawah dura meter.

Terjadi secara akut dan biasanya karena perdarahan arteri yang mengancam jiwa. Perdarahan subdural Perdarahan subdural dapat terjadi akibat perdarahan lambat yang disebut perdarahan subdural sub akut, secara cepat subdural akut dan sangat besar subdural kronik. Perdarahan intracranial Yaitu perdarahan di dalam otak itu sendiri. Dapat terjadi pada cedera kepala tertutup yang berat, atau yang lebih sering, cedera kepala terbuka.

Dapat timbul akibat pecahnya suatu ancorisma atau stroke hemoragik. Perdarahan di otak menyebabkan peningkatan TIC, sehingga sel-sel dan vaskuler tertekan. Hypovolemik syok 6. Hydrocephalus 7. Gangguan perfusi jaringan sehubungan dengan tromboplebitis.

Tromboplebitis post operasi biasanya timbul 7 - 14 hari setelah operasi. Bahaya besar tromboplebitis timbul bila darah tersebut lepas dari dinding pembuluh darah vena dan ikut aliran darah sebagai emboli ke paru-paru, hati, dan otak. Pencegahan tromboplebitis yaitu latihan kaki post operasi, ambulatif dini. Infeksi Infeksi luka sering muncul pada 36 — 46 jam setelah operasi.

Organisme yang paling sering menimbulkan infeksi adalah stapylococus auereus, organism garam positif stapylococus mengakibatkan pernanahan. Untuk menghindari infeksi luka yang paling penting adalah perawatan luka dengan memperhatikan aseptic dan antiseptic. Kerusakan integritas kulit sehubungan dengan dehisensi luka atau eviserasi. Dehisensi luka merupakan terbukanya tepi-tepi luka. Eviserasi luka adalah keluarnya organ-organ dalam melalui insisi. Faktor penyebab dehisensi atau eviserasi adalah infeksi luka, kesalahan menutup waktu pembedahan.

Penatalaksanaan Keperawatan a. Mengurangi komplikasi akibat pembedahan b. Mempercepat penyembuhan c. Mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi.

Mempertahankan konsep diri pasien e. Mempersiapkan pasien pulang Perawatan pasca pembedahan 1. Tindakan keperawatan post operasi a. Monitor kesadaran, tanda — tanda vital, CVP, intake dan out put b. Observasi dan catat sifat drain warna, jumlah drainage. Dalam mengatur dan menggerakkan posisi pasien harus hati — hati jangan sampai drain tercabut. Perawatan luka operasi secara steril 2. Makanan Pada pasien pasca pembedahan biasanya tidak diperkenankan menelan makanan sesudah pembedahan, makanan yang dianjurkan pada pasien post operasi adalah makanan tinggi protein dan vitamin C.

Protein sangat diperlukan pada proses penyembuhan luka, sedangkan vitamin C yang mengandung antioksidan membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk pencegahan infeksi. Pembatasan diit yang dilakukan adalah NPO nothing peroral Biasanya makanan baru diberikan jika: a. Perut tidak kembung b. Peristaltik usus normal c. Flatus positif d.

MAKALAH TENTANG ANGINA PECTORIS PDF

ASKEP KRANIOTOMI PDF

Akinotaxe Palpasi dilakukan secara sistematis mengikuti struktur anatomi jantung mulai area aorta, area pulmonal, area trikuspidalis, area apikal dan area epigastrik Perkusi. Sebelum pembedahan, steroid deksametason dapat diberikan untuk mengurangai edema serebral. Artinya kraniotomi dilakukan dengan maksud kraniootmi sel atau jaringan intrakranial yang dapat terganggunya fungsi neorologik dan fisiologis manusia atau dapat juga dilakukan dengan pembedahan yang dimasudkan kraniotoi letak anatomi intrakranial. Like the regular WordPress posts, a private post is not view able to your website visitors.

DR UDITHA LIYANAGE PDF

Struktur ini bertanggung jawab mengendalikan dan menggordinasikan aktivitas sel tubuh melalui impuls-impuls elektrik. Perjalanan impuls-impuls tersebut berlangsung melalui serat-serat saraf dan jaras-jaras. Secara langsung dan terus menerus. Perubahan potensial elektrik menghasilkan respons yang akan mentransmisikan sinyal-sinyal Batticaca, F.

Related Articles